Welcome to www.kaosbordirlogo.blogspot.com .
Diberdayakan oleh Blogger.

Directory My Blog

Tampilkan posting dengan label Ekonomi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Ekonomi. Tampilkan semua posting

Kereta api Canggih bandara Kuala Namu, Medan

  
Kereta api ini terdiri dari empat rangkaian gerbong eksklusif berkapasitas 172 tempat duduk. Kereta melayani perjalanan Medan-Kualanamu dengan 36 jadwal perjalanan pergi-pulang (pp) setiap harinya dengan waktu tempuh sekitar 37 menit.   

Sejumlah penumpang menaiki kereta api yang akan menuju Bandara Internasional Kualanamu di Stasiun Besar Kereta Api Indonesia (KAI) Medan, Sumut, Kamis (27/3). Kereta api yang terdiri dari empat rangkaian kereta eksklusif berkapasitas 172 tempat duduk tersebut melayani perjalanan Medan-Kualanamu dengan 36 jadwal perjalanan pergi- pulang (pp) setiap harinya dengan waktu tempuh sekitar 37 menit.ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/Asf/mes/14.

Read More »
19.17 | 0 komentar

Konsep Jakarta masa depan



Jakarta - Hari Tata Ruang Nasional yang dilaksanakan sejak 2008, diperingati setiap tanggal 8 November bersamaan dengan Perayaan World Town Planning Day. Salah satu rangkaian kegiatan peringatan tahun ini Kementerian PU menggelar Sayembara Gagasan Perencanaan dan Perancangan Kota: Green Metropolis Jakarta 2050, mengingat beragamnya fungsi Jakarta sebagai ibukota negara.

Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian PU Basuki Hadimuljono mengatakan green metropolis sebagai sebuah visi dan gagasan yang kini mengglobal sangat layak untuk dipertimbangkan bagi pengembangan Jakarta ke depan.

“Kawasan metropolitan yang ramah lingkungan tidak sekadar menghijaukan kota, tetapi lebih dari itu, memiliki visi yang luas dan komprehensif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sekaligus antisipasi bagi permasalahan perkotaan di 2050,” ujar Basuki.

Sayembara Green Metropolis juga sebagai langkah awal meninjau Perpres Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) dengan sudut pandang ekonomi perkotaan.

Setelah melalui beberapa tahap penjurian, dari 87 peserta pada tahap awal telah terpilih 5 paparan karya terbaik yang dianggap memenuhi tema dan memiliki inovasi dalam perencanaan kawasan yakni:

Rulyan Ali Parinduri dengan tema “Resilient Jabodetabekpunjur”
Resilient (bertahan dan berjaya) dipilih sebagai visi untuk membangkitkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya sustainable development, bukan sekedar sesuatu yang bersifat pelengkap, melainkan sebagai arah pembangunan yang keharusan.
Akbar Setiawan dkk dengan tema “Menuju Jakarta Padu 2050: Konsep Planaria Solusi Green Metropolis”
Konsep itu beranggapan Jakarta harus diintegrasikan dalam sistem hulu-hilir Jabodetabekpunjur dan perlunya aspek tata kelola untuk mewujudkan green metropolis.
Andre Kidarsa, Ir A Ramadhan dkk, dengan tema “Kampung Metropolis: Colourful Vibrant Sustainable Jakarta”
Penanganan urbanisasi di Jakarta harus dilakukan secara bersinergi dengan penguatan kota-kota besar untuk menjadi sentra pertumbuhan urban baru.
Sugeng Triyadi, Andi Harapan, dan Yuda G, dengan tema “ (R)Evolutionary Land Structure: Green Network Activity”
Reformasi pembangunan dan tata guna lahan, konservasi air dan area hijau sebagai green belt, dan perencana sistem transportasi dan infrastruktur berkelanjutan.
Jan Sopaheluwakan, Eddi Santosa,Iwan Prijanto, Suharyanto, dengan tema “Jakarta 2050 Yang Adaptif: Kompetitif, Beradab, dan Berketahanan”
Dibangun dengan mengetengahkan respons strategis atas pengelolaan aset yang dimiliki dalam perspektif baru dengan pendekatan kewilayahan yang menyublim tingkat pelayanan dan intensitas pengetahuan yang terlibat.

  
  





Read More »
12.01 | 0 komentar

Mobil Murah Macetkan Kota Kecil

JAKARTA -- Kebijakan mobil murah hemat energi akan memperluas kemacetan hingga ke kota-kota kecil. Masyarakat lebih memilih membeli mobil murah daripada menggunakan transportasi massal. Harga murah menyebabkan masyarakat di kota-kota kecil bisa membelinya.

Pengamat Transportasi Elisa Sutanudjaja mengatakan, kota sekunder akan menjadi korban karena menjadi lokasi kemacetan baru. "Kemacetan akan menular ke kota sekunder. Kota sekunder seperti, Madiun, Cirebon, Magelang, dan kota lainnya bisa menjadi korban," kata Elisa, kemarin.

Dia mengatakan, kebijakan mobil murah hemat energi merupakan bukti bahwa pemerintah tidak konsisten dengan kebijakannya. Kampanye masyarakat naik angkutan umum malah jadi sekadar slogan. Kebijakan mobil murah akan menelantarkan kebijakan transportasi massal.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso berpendapat mobil murah belum tentu akan terjual layaknya kacang goreng. Meski begitu, dia mengakui mobil murah memberi kesempatan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memiliki kendaraan roda empat.

''Tapi, bagusnya dibatasi di kota yang baru tumbuh atau di desa-desa,'' ujar Suroyo, Selasa (16/7). Menurut Suroyo, pemerintah harus lebih mengutamakan pembangunan alat transportasi massal dibandingkan dengan mobil murah. Alasannya, permasalahan banyak terjadi karena bertambah pesatnya kendaraan pada infrastruktur yang hanya bertambah sedikit.

Dia mengatakan, kemacetan bisa diminimalisasi dengan penggunaan kendaraan secara tertib dan disiplin. Misalnya, kata Suroyo, mematuhi rambu-rambu yang berlaku dan tidak parkir sembarangan. Mobil murah memang bisa memenuhi keinginan masyarakat membeli mobil, tapi antisipasi dari efek dominonya harus ada.

Sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil sudah siap memproduksi low cost green car (LCGC) setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian No 33/2013 pada 1 Juli 2013 lalu. Aturan ini memungkinkan ATPM memproduksi LCGC dengan keringanan pajak apabila telah memenuhi syarat.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sudah menunggu aturan main soal LCGC dari pemerintah. Suzuki menyambut baik peraturan pemerintah yang baru soal LCGC karena segala aturan menjadi jelas. "Sudah kita tegaskan berulang, kita justru menunggu secara resmi juknis (petunjuk teknis) dari aturan LCGC ini," kata Direktur Penjualan Suzuki, Endro Nugroho, Selasa (16/7).

Endro menambahkan, saat ini Suzuki tengah menyusun draf yang akan disampaikan resmi terkait aturan LCGC ini. Namun, pihaknya belum bersedia memberi keterangan terkait rencana dan produk yang akan diproyeksikan meramaikan pasar LCGC. Hal itu akan diumumkan secara resmi.

sumber REPUBLIKA.CO.ID

Read More »
16.16 | 0 komentar

Proyek abadi pantura

    
JALAN raya di sepanjang pantai utara (pantura) Jawa tak pernah berhenti bersolek saban tahun. Ibarat orang lapar, jalur pantura Jawa tak kunjung kenyang walau disuapi makanan terus-menerus tiap tahun.

Jalur pantura pun menjelma menjadi proyek 'abadi' dengan nilai sangat dahsyat, mencapai triliunan rupiah. Dalam beberapa tahun terakhir, tiap menjelang Lebaran tiba, dana melimpah tersebut menggerojok dalam bentuk proyek perbaikan jalan.

Pemerintah mengalokasikan dana penanganan jalan yang membentang sepanjang 1.341 kilometer tersebut lebih dari Rp1 triliun setiap tahun. Dalam empat tahun terakhir, anggaran senilai Rp4,68 triliun digelontorkan untuk jalan di pantura. Pada tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum menganggarkan Rp1,28 triliun.

Celakanya, peruntukan anggaran tahunan lebih dari Rp1 triliun tersebut didominasi untuk pemeliharaan rutin dan berkala. Hanya sebagian kecil anggaran digunakan untuk membangun jalan baru yang rata-rata panjangnya hanya 20 km per tahun.

Begitu musim proyek perbaikan tiba, jalan di pantura Jawa pun berubah menjadi ladang 'penyiksaan' bagi pemakai jalan raya. Kemacetan mengular hingga puluhan kilometer dengan durasi waktu macet sampai lebih dari 5 jam pun menjadi menu tahunan. Perjalanan dari dan ke Jakarta-Tegal yang biasanya ditempuh selama 5-7 jam kini menjadi sekitar 12 jam. 

Mobilitas ekonomi pun terhambat. Amat wajar jika akal waras publik tergoda untuk bertanya mengapa perbaikan jalan pantura Jawa selalu dilakukan saban tahun? Bagaimana bisa perbaikan jalan yang menelan biaya triliunan rupiah tersebut berusia teramat pendek?

Wajar belaka jika muncul kecurigaan bahwa proyek perbaikan jalan pantura sengaja dibuat 'abadi'. Jangan-jangan, begitu kira-kira kesimpulan yang ada di benak masyarakat, proyek tersebut harus ada setiap tahun karena ia menjadi urusan hajat hidup para pemburu proyek.

Pemerintah berdalih perbaikan itu harus dilakukan karena kondisi jalan yang selalu rusak tiap tahun juga. Beban jalan dan cuaca hujan pun jadi alasan pembenar atas rusaknya jalan sambil menegasikan kualitas perbaikan.

Kata pemerintah, jalan yang menurut undang-undang hanya boleh dilalui angkutan dengan muatan maksimal 10 ton pada faktanya dilewati angkutan dengan muatan hingga 19 ton. Namun, bukankah beban jalan amat terkait dengan pengawasan pemerintah atas angkutan? Bukankah pula sudah ada jembatan timbang lengkap dengan perangkat sanksi jika ada angkutan yang melebihi tonase?

Keluhan soal beban jalan kian meneguhkan bahwa pemerintah memang tidak berdaya mengawasi pemakai jalan raya. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa jalan raya telah menjadi ruang terang praktik negosiasi uang antara aparat dan pembawa angkutan. Di situ berlaku rumus 'tawar-menawar harga pas tancap gas'.

Proyek abadi jalur pantura sekaligus mempertontonkan buruknya pembangunan infrastruktur di negeri ini. Padahal, ketersediaan infrastruktur menjadi syarat penting masuknya investasi.

Jika pemerintah mau lebih tegas mengawasi dan cerdas merencanakan pembangunan infrastruktur, dana triliunan rupiah itu bisa dialihkan untuk infrastruktur lainnya. Dana melimpah itu, misalnya, bisa dipakai untuk merampungkan proyek rel ganda kereta api di jalur tersebut.

Itu sekaligus menjadi solusi mengurangi beban jalur pantura yang kian padat. Namun, jika rumus sejatinya memang demi melanggengkan proyek, cara apa pun tak akan mempan.

Read More »
15.46 | 0 komentar

Monorel

Jakarta: Salah satu transportasi massa unggulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah monorel. Tiga tahun mendatang, moda transportasi tersebut diperkirakan baru siap digunakan. Namun, warga Jakarta tak perlu menunggu hingga tahun 2016 untuk mencoba merasakan sensasi naik monorel.

Pasalnya, PT Jakarta Monorail akan menggelar pameran monorel di pelataran Monumen Nasional (Monas). Masyarakat dapat merasakan langsung pengalaman menaiki monorail di pameran tersebut. Pameran akan digelar pada Sabtu (22/6) hingga 14 Juli. Pameran ini terbuka untuk umum dan gratis. Senin hingga Kamis, pameran akan dibuka mulai pukul 11.00 WIB hingga 18.00 WIB. Pada akhir pekan, waktu beroperasi pameran monorail lebih panjang, yaitu mulai pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Direktur Executive Ortus Holdings (pemenang tender proyek monorel), Banyu Biru Djarot, mengatakan juga dapat melihat teknologi untuk mengoperasionalkan transportasi berbasis rel itu. Replika monorail tersebut juga dilengkapi dengan layar interaktif yang menyajikan fakta seputar monorail. "Ini akan menjadi sebuah pertunjukan yang sangat menarik," ujar Banyu dalam konferensi pers di Jalan Teluk Betung, Jakarta, Rabu (19/6).

Investasi
Rencananya, pameran itu dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (22/6) pukul 16.00 WIB. Banyu menambahkan pada pameran ini, masyarakat dapat ikut memilih desain kereta cepat tersebut. Mulai dari logo, warna, hingga panggilannya. Desain pilihan pengunjung paling banyak akan direalisasikan dalam bentuk nyata.

Pihaknya telah menginvestasikan dana senilai Rp50 miliar demi pameran yang digadang-gadang akan menyedot banyak pengunjung ini. Dia berharap pameran ini dapat menumbuhkan optimisme warga Jakarta akan transportasi modern yang bebas kemacetan.

Read More »
22.05 | 0 komentar